Sebuah Pengantar : Sekelopak Bunga Onje

Cover Novel Tepus Rumput : Lembayung di Langit Onje
Babad Onje menarik perhatian saya selama lebih satu dekade. Cerita tentang kadipaten bersejarah yang kerap dikaitkan dengan cikal bakal ‘Bumi Perwira’ seringkali menggoda ruang dengar dan imaji saya.

 

Kemudian, Saya lebih banyak lagi dijejali serba-serbi Onje kala berkenalan dengan almarhum Pak Triatmo, Sejarawan Purbalingga, pada medio 2010. Kami bekerjasama membuat Tabloid Kabare Bralink yang ada rubrik cerita sejarah dan legenda Purbalingga, salah satunya tentu saja tentang Onje. Hanya saja, setelah menyelami referensi dan cerita yang berkembang di masyarakat ternyata banyak mising link dalam perjalanan sejarah trukah-nya Onje, dari hutan gung liwang liwung menjadi kadipaten lalu, silep-nya..

 

Inti cerita Babad Onje berkutat pada sepak terjang seorang pengembara dari Brang Kulon bernama Tepus Rumput. Alurnya begini : Ia ditinggal mati istrinya saat sedang Babad Alas, lalu berkalang nestapa, mesu budhi, mendapat cincin bernama Soca Ludira disertai wangsit untuk menyerahkan ke Sutan Hadiwijaya di Pajang . Ali-ali itu membawanya pada limpahan anugrah, yaitu, memenangkan sayembara dengan hadiah bekas selir Sang Sultan yang sedang hamil untuk menjadi pendamping hidupnya plus menjadi pimpinan pada tlatah di mana dirinya dulu bersemedhi.

 

Pada babad tak dijelaskan dari mana asalnya yang pasti, siapa dan seperti apa istrinya, sosok gurunya, bagaimana perjalanan pulang – pergi Pajang, kiprahnya menyusun ‘batu bata’ Kadipaten Onje, hubungan dengan penggantinya yang merupakan anak kandung Sultan Hadiwijaya yang dititipkan kepadanya, dus, tak jelas juga bagaimana Onje berakhir. Kalau berdasar derita Babad, Onje umurnya singkat, hanya memiliki dua orang adipati.

 

Untuk menjawab teka-teki itu, Saya berproses panjang : mulai dari ngendong ke perpustakaan dan museum, mengunyah puluhan buku dan dokumen, gendu-gendu rasa dengan narasumber, berselancar ke dunia maya serta tentu saja napak tilas ke Onje. Sebagian hasilnya disajikan dalam serial artikel yang dipublikasikan di blog ini. Saya sampaikan juga di berbagai forum obrolan ruang kopi maupun diskusi.

 

Namun, masih terasa mengganjal, ada hal-hal yang sepertinya belum ‘kena’. Artikel ala-ala jurnalistik memiliki keterbatasan, sebab tak bisa menampung imajinasi yang liar. Oleh sebab itu, Saya memberanikan diri untuk menyajikan dalam bentuk novel. Media ini lebih bisa menyalurkan gejolak yang bergolak dalam benak, sekaligus mewujudkan impian sejak lama : menerbitkan sebuah novel!.

 

Akhirnya, pada ‘Lembayung di Langit Onje’, Saya mencoba menghidupkan sosok Tepus Rumput, menghadirkan istri dan peran gurunya, melukiskan nestapa, menggurat berat laku prihatin yang dijalani serta mereka-reka kiprah dan konflik-konflik yang berkelindan dari Onje berdiri sampai Silep. Sebagai benang merah untuk menjahit jalinan ceritanya, saya masih setia dengan alur yang ada dalam Babad Onje.

 

Ngomong-omong, meski bukan karya fiksi pertama, ini novel perdana saya. Modalnya nekat. Bisa saja imajinasi terlalu ngawang-ngawang. Saya juga masih naknak-nuknuk menulis genre sastra, sehingga sangat mungkin sembrana meramu cerita. Dengan demikian, karya ini tentu saja banyak sekali kekurangan. Ibarat gading, tak hanya retak, mungkin remuk. Jadi, dengan lapang dada saya akan menerima segala caci maki dan kritik. Silahkan bisa langsung dilesakkan ke seluruh kanal media sosial saya atau bisa janjian untuk bertegur sapa sembari ngopi.

 

Maturnuwun untuk para sedulur yang mau mengapresiasi. Selebihnya, izinkan saya berharap, meski jauh dari sempurna, kehadiran novel ini bisa menambah khazanah sastra dan sejarah di tanah kelahiran saya, Bumi Perwira.

 

Tabik.

 

Catatan : Tulisan ini merupakan pengantar di Novel Tepus Rumput : Lembayung di Langit Onje. Bukunya ready stok kalau mau pesan...  ahai... serr!

Bukunya ready stok, bisa dipesan yaah... hehe

 

igo saputra Orang yang suka berkhayal dan berusaha membuatnya menjadi kenyataan. Jangan berhenti berimaji..

0 Response to "Sebuah Pengantar : Sekelopak Bunga Onje"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel